Minggu, 06 September 2009

METODE PENDIDIKAN ISLAM


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia dalam kenyataan hidupnya menunjukan bahwa ia membutuhkan suatu proses belajar yang memungkinkan dirinya untuk menyatakan eksistensinya secara utuh dan seimbang. Manusia tidak dirancang oleh Allah SWT. untuk dapat hidup secara langsung tanpa proses belajar terlebih dahulu untuk memahami jati dirinya dan menjadi dirinya. Dalam proses belajar itu seseorang saling tergantung dengan orang lain. Proses belajar itu dimulai dengan orang terdekatnya. Proses belajar itulah yang kemudian menjadi basis pendidikan.

Aktivitas pendidikan terkait dengan perubahan yang secara moral bersifat lebih baik, ciri perubahan atau kemajuan secara fundamental adalah terjadinya perkembangan internal diri manusia yaitu keimanan dan ketaqwaan, bukan hanya perubahan eksternal yang cenderung bersifat material yang dapat menghancurkan keimanan dan ketaqwaan manusia.


Anda Butuh Makalah ini dengan lengkap :
Hubungi kami di :
Matangnet : Jalan Jangka No.84 Matangglumpangdua Kabupaten Bireuen atau

HP : 085277851193 ( Azhar )
085260784251 ( Mursalin )


CONTOH PROPOSAL KETELADANAN GURU DI SD NEGERI 19 PEUSANGAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada hakekatnya pendidikan merupakan usaha manusia menuju pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan merupakan masalah yang selalu menarik untuk di bahas, sebab hanya melalui pendidikanlah, manusia dapat terbentuk kepribadiannya. Pendidikan merupakan suatu proses untuk mengaktualisasikan semua potensi yang ada yang di bawa sejak lahir.

Manusia tidak pernah berhenti pada satu keadaan. Begitu juga perkembangan pemikiran, ide, aliran dan falsafah. Terciptanya suatu yang baru sekarang ini bukanlah bermula dari tiada tetapi sebenarnya diberi pembaharuanyang lebih maju dan berteknologi. Di zaman sekarang ini pendidikan agama mengalami banyak kendala dalam penerapannya, karena itu guru merupakan salah satu factor untuk membina peserta didik menuju kepada arah yang baik serta merealisasikan nilai-nilai agama.

Anda Butuh Makalah ini dengan lengkap :
Hubungi kami di :
Matangnet : Jalan Jangka No.84 Matangglumpangdua Kabupaten Bireuen atau HP :
085277851193 ( Azhar )
085260784251 ( MUrsalin )



TUJUAN PENDIDIKAN DALAM PERFEKTIF ISLAM

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Islam adalah agama yang sempurna. Ajarannya meliputi seluruh aspek kehidupan. Termasuk di dalamnya adalah masalah pendidikan. Bahkan Islam adalah agama yang memperhatikan masalah pendidikan dan ilmu pengetahuan dengan porsi yang sangat besar. Bahkan keseluruhan ajaran Islam yang bersumber dari Al Quran dan As Sunnah merupakan materi pendidikan dan ilmu pengetahuan yang luar biasa, yang tidak dimiliki oleh agama-agama lain maupun ideologi-ideologi lain.

Sejarah mencatata bahwa bangsa Arab yang buta huruf, dengan pendidikan Islam yang khas, yang diterapkan oleh Rasulullah saw., telah berubah menjadi bangsa pelopor yang telah mampu menerangi dunia dan menjadi guru bagi dunia.

Anda Butuh Makalah ini dengan lengkap :
Hubungi kami di :

Matangnet : Jalan Jangka No.84 Matangglumpangdua Kabupaten Bireuen atau HP :
085277851193 ( Azhar )
085260784251 ( Mursalin )

FILUM NEMATHELMINTHES

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Nemathelminthes umumnya cacing yg hidupnya parasit dan merugikan manusia, Pada umumnya merugikan, sebab parasit pada manusia maupun hewan, kecuali Planaria. Planaria dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan. Nemathelminthes ( cacing gilig), contohnya Ascaris lumbricoides.

Sering disebut cacing perut atau cacing usus atau cacing gelang. Parasit pada usus halus manusia, hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan yang baik namun tidak ada sistem peredaran darah. Contoh cacing gilik : cacing askaris, cacing akarm cacing tambang, cacing filaria.

Nemathelminthes hampir seluruhnya mempunyai akibat yg buruk jika memasuki tubuh mahluk hidup lainnya. Contoh cacing Ascaris lumbricoides merupakan cacing perut yg menghisap sari makanan dari manusia. Jadi selain pengurai annelida seringkali malah menjadi parasit pada tubuh manusia atau hewan.

Anda Butuh Makalah ini dengan lengkap :
Hubungi kami di :
Matangnet : Jalan Jangka No.84 Matangglumpangdua Kabupaten Bireuen atau HP :
085277851193 ( Azhar )
085260784251 ( MUrsalin )

Pembuatan Kompos Dengan Teknologi Fermentasi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Teknologi pengolahan bahan organik dengan cara fermentasi (peragian) pertama kali dikembangkan di Okinawa Jepang oleh Profesor Dr. Teruo Higa pada tahun 1980. Teknologi ini dikenal dengan teknologi EM (Effective Microorganisms).

Sebelum tahun 1980, penelitian dan penerapan proses fermentasi masih terbatas pada proses fermentasi untuk pembuatan bahan makanan, termasuk pakan ternak, dan belum banyak dilakukan untuk pengolahan limbah organik serta penyuburan tanah. Di Indonesia kita sudah mengenal proses fermentasi ini melalui proses peragian kedelai dalam pembuatan tempe, tauco, kecap; fermentasi singkong menjadi tape; fermentasi susu menjadi keju, yogurt; serta masih banyak lagi produk fermentasi hasil kerja mikroorganisme fermentasi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Anda BUtuh Makalah ini dengan lengkap :

Hubungi kami di :
Matangnet : Jalan Jangka No.84 Matangglumpangdua Kabupaten Bireuen

atau HP :
085277851193 ( Azhar )
085260784251 ( MUrsalin )

AZAS DAN LANDASAN PENDIDIKAN

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematis-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta pengindahan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. Beberapa landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofis, sosiologis, dan kultural, yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan.

Pandangan klasik tentang pendidikan, pada umumnya dikatakan sebagai pranata yang dapat menjalankan tiga fungi sekaligus. Pertama, mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang. Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang diharapkan. Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengerian bahwa pandidikan bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi helper bagi umat manusia.


Anda BUtuh Makalah ini dengan lengkap :

Hubungi kami di : Matangnet : Jalan Jangka No.84 Matangglumpangdua Kabupaten Bireuen
atau HP :
085277851193 ( Azhar )
085260784251 ( MUrsalin )

ALIRAN MUKTAZILAH

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Munculnya aliran Muktazilah sebagai reaksi atas pertentangan antara aliran Khawarij dan aliran Murjiah mengenai soal orang mukmin yang berdosa besar. Menurut orang Khawarij, orang mukmin yang berdosa besar tidak dapat dikatakan mukmin lagi, melainkan sudah menjadi kafir.

Sementara itu, kaum Murjiah tetap menganggap orang mukmin yang berdosa besar itu sebagai mukmin, bukan kafir. Menghadapi kedua pendapat yang kontroversial ini, Wasil bin Atha' yang ketika itu menjadi murid Hasan Al Basri, seorang ulama terkenal di Basra, mendahalui gurunya mengeluarkan pendapat bahwa orang mukmin yang berdosa besar menempati posisi antara mukmin dan kafir. Tegasnya orang itu bukan mukmin dan bukan pula kafir, tetapi di antara keduanya. Oleh karena di akhirat nanti tidak ada tempat di antara surga dan neraka, maka orang itu dimasukkan ke dalam neraka, tetapi siksaan yang diperolehnya lebih ringan dari siksaan orang kafir.


Anda Butuh Makalah ini dengan lengkap :

Hubungi kami di :
Matangnet : Jalan Jangka No.84 Matangglumpangdua
Kabupaten Bireuen

atau HP :
085277851193 ( Azhar )
085260784251 ( MUrsalin )